Solo Traveler

Dengar curhatan salah satu teman, yang menceritakan dia abis liburan ke luar negeri dan itu merupakan liburan terburuk dikarenakan teman yang diajak traveling bersikap kurang menyenangkan disaat mereka sedang melakukan trip yang pada akhirnya merusak keseluruhan mood dari perjalanan tersebut, bahkan bisa sampai putus hubungan pertemanan.

Ambil contoh, masalah penginapan, bisa beda beda ekspektasi, mau yang kamarnya bersih, mau yang AC dingin, mau yang letaknya strategis, tapi ya tetep harus murah… begitu udah check-in kecewa krn tidak sesuai ekspektasi…terutama teman perjalanan yang ruar biasa manja… bisa kebayangkan bisa runyam liburannya..

Belum lagi kalo teman kita nggak kuat jalan, ya karena sehari hari kurang olah raga dan jarang mobile, akibatnya ketika travelling, jalan dikit udah ngeluh capek, pegel lah dsb…dan juga “selera”, ada yang bisa makan di warung warung kecil, ada yang maunya makan di resto resto mahal, ada yang nggak suka panas panasan, ada yang maunya cuman di mall alias wisata mall, adayang suka dugem, ada yang nggak, ada yang suka advebture, wahana, ketinggian, dsb,,,, yah wajar juga krn masing masing org punya ketertarikan masing masing ketika liburan.

Yah terkadang ketika kita merencanakan sebuah perjalanan, kita berharap, teman teman seperjalanan kita, memiliki antusias yang sama, keinginan yang sama, keinginan untuk berkunjung ke suatu tujuan wisata dengan beragam aktivitas.

Ada yang berpendapat lebih enakan bepergian sendiri, ya istilahnya bebas mau pergi kemana saja, tanpa harus mempertimbangkan keinginan teman teman yang lain, dikarenakan kaki bebas melangkah kemana saja sesuai dengan keinginan hati.

Tapi ada juga yang berpendapat apa enaknya traveling sendirian, apalagi skrg jamannya foto foto, selfie lah…dsb, trus kalo traveling sendirian, siapa yang mau moto-in kita?, trus nggak enak kan nggak ada yang diajak ngobrol, apalagi pas menjelajah daerah wisata baru, kalo nyasar gimana? trus kalo dibandara bisa bengong bengong sendiri donk.

Apa nggak takut pergi sendirian gitu, apalagi kalo travelling sendirian ke negara lain, gmana donk?

Trus apa seh penyebabnya ampe seseorang nekat traveling sendirian?

ngajak teman, eh temannya pada nggak bisa, nggak bisa karena nggak punya duit, karena nggak bisa ninggalin keluarga, nggak bisa karena nggak bisa ninggalin pekerjaan, nggak bisa karena takut, nggak bisa karena memang nggak suka berpetualang…

dan alhasil seseorang yang butuh akan refreshing, stress relief, memutuskan untuk pergi traveling sendirian….

Saya rasa semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya, yah intinya kalo lagi traveling sendirian, ya tidak ada salahnya untuk menjalin pertemanan baru dengan sesama solo traveller, dan malah bisa bisa sehabis traveling dapat 10-20 teman baru, dan bisa janjian untuk berlibur bersama sama disuatu waktu…

Tapi kalo kita berlibur rame rame, juga bisa dinikmati, yah harus flexible, karena makin banyak orang artinya makin banyak keinginan… dan tentu tidak semua keinginan bisa terpenuhi kan.

Menurutku, esensi dari melakukan perjalanan yaitu belajar tentang hal hal baru, belajar tentang suatu lokasi, daerah, wilayah, negara, penduduknya, seni dan budayanya, kekayaaan historik, kekinian dari sebuah lokasi dsb…

dan biasanya setelah kita melakukan traveling, kita pasti memperoleh suatu pandangan baru dalam menjalani hidup…

Yah namanya juga perjalanan, tidak semuanya selalu menyenangkan, tapi ya kembali lagi kan itulah petualangan.

About Dosewa

Simple man with so many dreams
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s